iklan

Monday, April 27, 2009

Terbongkar Agen Israel Terlibat Dalam Tragedi 11 September

SEBUAH (SuaraMedia) temuan baru soal tragedi 11 September (11/9) cukup mengejutkan. Agen Zionis Israel dilaporkan terlibat dalam aksi serangan dua menara kembar di New York itu.

Menurut artikel mingguan yang dipublikasikan American Free Press dan dikutip Press TV, Senin (9/3/2009), Ziad Al Jarrah, salah satu pelaku penabrakan pesawat ke menara kembar World Trade Center delapan tahun silam itu, merupakan orang yang bekerja untuk agen Zionis Israel, Mossad.

Sebelumnya New York Times juga melaporkan saudara Ziad, Ali Al Jarrah merupakan warga negara Lebanon yang diduga sudah bekerja sejak 20 tahun belakangan bekerja sebagai mata-mata Israel.

Ali dilaporkan dimanfaatkan untuk memata-matai gerakan perlawanan Palestina dan kelompok Hezbullah Lebanon sejak 1983.

"Ini bukan anggota keluarga (Ziad) pertama. Salah satu dari sepupu Jarrah, Ziad merupakan satu dari 19 pembajak kapal yang ditabrakkan pada tragedi 11/9," tulis Times.

Kedekatan Ali dengan salah satu pelaku utama 11/9 memunculkan spekulasi bahwa Israel sengaja merekrut orang-orang muslim Arab.

Setidaknya 2.970 orang tewas dalam serangan itu. Kebanyakan merupakan waga sipil. Keterkaitan Mossad dengan 11/9 juga pernah disampaikan mantan Perdana Menteri Italia Francesco Cossiga. Dia menuding Cossiga tragedi 11/9 merupakan kerjaan CIA dan Mossad.

"Seluruh intelijen Amerika dan Eropa tahu dengan baik bahwa 11/9 direncanakan CIA dan Mossad dan New found information has implicated the Israeli Intelligence agency Mossad in the staging of the terror attacks of September 11, 2001. menuduh bangsa Arab serta mempengaruhi kekuatan Barat untuk terlibat di Irak dan Afghanistan," kata Cossiga yang dikutip media Corriere della Sera.
Alasan Cossiga salah satunya didasarkan pada laporan bahwa para pekerja perusahaan telekomunikasi Israel, Odigo, dua jam sebelum tragedi 11/9 sudah diminta untuk meninggalkan tempat kerja mereka yang berjarak 2 blok dari WTC.

CIA berusaha menghilangkan jejak keterlibatannya dalam kasus-kasus penyiksaan saat melakukan interogasi terhadap para tersangka terorisme, dengan cara melenyapkan rekaman video interogasi tersebut agar tidak muncul di pengadilan.

Menurut Jaksa Lev Dassin, CIA telah menghancurkan 92 rekaman video yang kontroversial dan meminta CIA untuk mengindentifikasi kembali rekaman-rekaman video yang telah dihancurkannya itu untuk keperluan barang bukti dalam pengadilan kasus dugaan pelanggaran hak asasi manusia yang terjadi selama masa pemerintahan George W. Bush.(okz/prtv) http://www.suaramedia.com

Reactions:

0 komenentar: